Distribusi
Pendapatan dan Kemiskinan
Elfrido Naufal
Christaliano
(22218203)
Distribusi Pendapatan
1.
Pengertian Distribusi
Pendapatan
Distribusi pendapatan nasional
adalah mencerminkan merata atau timpangnya pembagian hasil pembangunan suatu
negara di kalangan penduduknya (Dumairy, 1999). Distribusi pendapatan
mencerminkan ketimpangan atau meratanya hasilp embangunan suatu daerah atau
negara baik yang diterima masing-masing orang ataupun dari kepemilikan
faktor-faktor produksi dikalangan penduduknya.
2.
Distribusi
Pendapatan Perorangan
Menunjukkan distribusi pendapatan
yang diterima oleh individu-individu dalam masyarakat. Fokus dalam model
distribusi ini yaitu seberapa besar pendapatan yang diterima oleh seseorang, tidak
melihat teknik/cara yang dilakukan oleh individu/rumah tangga untuk memperoleh pendapatannya,
banyaknya anggota rumah tangga yang mencari pendapatan untuk memenuhi kebutuhan
rumah tangganya atau apakah penghasilan tersebut berasal dari pekerjaan atau sumber
lainnya seperti bunga, hadiah, royalti, keuntungan maupun warisan. Lokasi dan
sektor sumber pendapatan juga turut diabaikan.
3.
Distribusi
Pendapatan Fungsional
Menjelaskan
proporsi dari pendapatan yang diterima oleh tiap faktor produksi. Setiap faktor
produksi memperoleh imbalan sesuai dengan distribusinya pada produksi nasional.
Distribusi Pendapatan yang didasarkan pada pemilik faktor produksi ini akan
berkaitan dengan proses pertumbuhan pendapatan.
4.
Distribusi
Regional
Aspek keadilan dan pemerataan,
selain dapat ditinjau berdasarkan distribusi perorangan dan fungsional, dapat
pula ditinjau berdasarkan distribusi regional (antar daerah). Misalnya, untuk
kasus Indonesia, distribusi pendapatan antarkabupaten, antarprovinsi, antar Jawa
- luar Jawa, antar desa - kota.
5.
Indikator
Distribusi Pendapatan
a.
Kurva Lorenz
Kurva Lorenz
menunjukkan hubungan kuantitatif antara persentase pendudukdan persentase
pendpaatan yang merekaterima, misalnya selama 1 tahun.
b.
Koefisien Gini
Koefisien Gini ini
merupakan ukuran ketidak-merataan agregat dan nilainya terletak antara 0 (kemerataan
sempurna) sampai 1 (ketidak-merataan sempurna).
c.
Hipotesis Kuznet
d. Indeks Williamson
Ada
tiga kriteria dalam perhitungan indeks Williamson ini, yaitu jika indeks
Williamson menunjukkan :
-angka
0,0 sampai 0,2, maka ketidakmerataannya rendah.
-angka
0,21 sampai 0,35, maka ketidakmerataannya sedang.
-angka >0,35
maka ketidakmerataannya tinggi.
6.
Aspek Pokok Dalam
Distribusi Pendapatan
a.
Distribusi
harta (Aset).
b.
Strategi
pembangun.
c.
Kebijakan
fiskal.
Kemiskinan
1.
Pengertian
Kemiskinan
Kemiskinan adalah suatu kondisi dimana seseorang tidak
mampu untuk memenuhi kebutuhan dasarnya seperti pangan, sandang, tempat
tinggal, pendidikan, dan kesehatan yang layak.
Secara
kuantitatif, kemiskinan merupakan suatu keadaan dimana taraf hidup manusia
serba kekurangan atau “tidak memiliki harta benda”. Sedangkan secara kualitatif,
pengertian kemiskinan adalah keadaan hidup manusia yang tidak layak.
Kemiskinan
sangat berhubungan dengan masalah kesejahteraan masyarakat dan menjadi tingkat
minimum yang didapatkan berdasarkan standar hidup masyarakat di suatu
negara. Kemiskinan sudah menjadi masalah global, dimana setiap negara
memiliki anggota masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan.
2.
Jenis – Jenis Kemiskinan
a.
Kemiskinan
Subjektif : Jenis kemiskian ini terjadi karena seseorang memiliki dasar
pemikiran sendiri dengan beranggapan bahwa kebutuhannya belum terpenuhi secara
cukup, walaupun orang tersebut tidak terlalu miskin. Contohnya: pengemis
musiman yang muncul di kota-kota besar.
b. Kemiskinan Absolut : Jenis kemiskinan ini adalah bentuk kemiskinan dimana seseorang/
keluarga memiliki penghasilan di bawah standar kelayakan atau di bawah garis
kemiskinan. Pendapatannya tersebut tidak dapat memenuhi kebutuhan pangan,
sandang, papan, pendidikan, dan kesehatan. Contoh kemiskinan absolut: keluarga
yang kurang mampu.
c.
Kemiskinan Relatif : Jenis kemiskinan ini adalah bentuk kemiskinan yang terjadi
karena pengaruh kebijakan pembangunan yang belum menyentuh semua lapisan
masyarakat. Kebijakan tersebut menimbulkan ketimpangan penghasilan dan standar
kesejahteraan. Contohnya: banyaknya pengangguran karena lapangan pekerjaan
sedikit.
d.
Kemiskinan Alamiah : Ini merupakan kemiskinan yang terjadi karena
alam sekitarnya langka akan sumber daya alam. Hal ini menyebabkan masyarakat
setempat memiliki produktivitas yang rendah. Contohnya: masyarakat di benua Afrika yang
tanahnya kering dan tandus.
e. Kemiskinan Kultural : Ini adalah kemiskinan yang terjadi sebagai
akibat kebiasaan atau sikap masyarakat dengan budaya santai dan tidak mau
memperbaiki taraf hidupnya seperti masyarakat modern. Contohnya: suku Badui yang teguh
mempertahankan adat istiadat dan menolak kemajuan jaman.
f.
Kemiskinan Struktural : Kemiskinan ini terjadi karena struktur sosial tidak mampu
menghubungkan masyarakat dengan sumber daya yang ada. Contohnya: masyarakat
Papua yang tidak mendapatkan manfaat dari Freeport.
3.
Faktor Penyebab Kemiskinan
a.
Laju pertumbuhan
penduduk.
b.
Angka pengangguran
tinggi.
c.
Tingkat pendidikan
rendah.
d.
Bencana alam.
e.
Distribusi tidak
merata.
4.
Dampak Kemiskinan
a.
Kriminalitas
meningkat.
b.
Angka kematian tinggi.
c.
Akses pendidikan
tertutup.
d.
Pengangguran semakin
banyak
e.
Muncul konflik di
masyarakat
Komentar
Posting Komentar